Kesenian dan Kebudayaan Jakarta (Betawi)
Jakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang beragam, dan berikut beberapa
kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta :
Rumah adat asal Jakarta ini bernama rumah kebaya. Bentuk atap
rumah yaitu perisai landai yang diteruskan dengan atap pelana yang lebih
landai, terutama pada bagian teras. Bangunannya ada yang berbentuk rumah
panggung dan ada pula yang menapak di atas tanah dengan lantai yang
ditinggikan. Terdapat halaman rumah yang luas dan terdapat pagar paling luar
dari rumah tersebut. Bentuknya sederhana dan terbuat dari kayu dengan ukiran
khas betawi dengan bentuk rumah kotak ( dibangun diatas tanah berbetuk kotak).
Rumah ini terdiri dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, kamar mandi,
dapur dan teras extra luas.
Pakaian Adat
Pakaian adat Jakarta di bagi menjadi pakaian adat untuk wanita
dan laiki-lali. Untuk laki-laki biasanya menggunakan baju koko, celana batik,
kain pelekat atau pun sarung yang di taruh di leher serta peci yang digunakan,
sedangkan wanita mengunakan baju kurung lengan pendek atau pun kebaya, dengan
menggunakan kain sarung batik dan menggunakan kerudung. Untuk pakaina saat
pernikahan pakaian laki-laki di buat Dandanan cara haji. Pakaian pengantin
laki-laki ini meliputi jubah dan tutup kepala, sedang kan bagi perempuan dibuat
dandanan ala nona Cina dengan blus berwarna cerah.Bawahannya menggunakan rok
atau disebut Kun yang berwarna gelap dengan model duyung. Warna yang sering
digunakan hitam atau merah hati. Sebagai pelengkap bagian kepala digunakan
kembang goyang dengan motif burung hong dengan sanggul palsu, dilengkapi dengan
cadar di bagian wajah
Seni Tari
Tari Topeng adalah tarian yang
penarinya mengenakan topeng. Topeng telah ada di
dunia sejak zaman pra-sejarah. Secara luas digunakan dalam tari yang
menjadi bagian dari upacara adat atau penceritaan kembali cerita-cerita kuno
dari para leluhur. Diyakini bahwa topeng berkaitan erat dengan roh-roh leluhur
yang dianggap sebagai interpretasi dewa-dewa. Pada beberapa suku, topeng masih
menghiasi berbagai kegiatan seni dan adat sehari-hari.
Tari Cokek Betawi. Tarian betawi yang satu ini dibawa oleh
para cukong atau tuan tanah peranakan tionghoa yang kaya rayaTarian cokek ini
diiringi oleh musik Gambang Kromong. Pakaian tari Cokek Betawi agak mirip
dengan tarian-tarian di Cina. Ciri khasnya dari tari ini yaitu goyang pinggul
yang geal-geol.
Musik
Gambang Kromong. Kesenian musik ini merupakan perpaduan dari kesenian musik
setempat dengan Cina. Hal ini dapat dilihat dari instrumen musik yang
digunakan, seperti alat musik gesek dari Cina yang bernama Kongahyan, Tehyan
dan Sukong. Sementara alat musik Betawi antara lain; gambang, kromong, kemor,
kecrek, gendang kempul dan gong. Kesenian Gambang Kromong berkembang pada abad
18, khususnya di sekitaran daerah Tangerang
Bela diri
Betawi atau Jakarta memiliki jenis bela diri tersendiri yang
bernama Pencak Silat. Bela diri ini dimainkan oleh 2 orang yang memainkan
dengan menggunakan pakaian khas betawai yaitu menggunakan baju koko, ikat
pinggang khas betawi serta menggunakan peci. Biasanya bela diri ini dgunakan
sebagai perlengkapan pada acara pernikahan atau pentas lainnya.
Kesenian
Berikut kesenian lain yang ada di betawi atau Jakarta :
Ondel-Ondel. Ondel-ondel
adalah sebuah kesenian betawi berupa boneka yang tingginya mencapai sekitar ±
2,5 m dengan garis tengah ± 80 cm, boneka ini dibuat dari anyaman bambu agar
dapat dipikul dari dalam oleh orang yang membawanya.Boneka tersebut dipakai dan
dimainkan oleh orang yang membawanya. Pada wajahnya berupa topeng atau dengan
kepala yang diberi rambut dibuat dari ijuk. Wajah ondel-ondel laki-laki
biasanya di cat dengan warna merah, sedangkan yang perempuan dicat dengan warna
putih
Lenong. Lenong
adalah sebuah pertunjukkan drama dengan alumna musik gambng kromong dan di
tambah unsur lawakan dengan banyolan-banyolan tanpa adanya plot cerita
Diatas adalah beberapa kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta atau Betawi. Masih banyak kesenian dan kebudayaan yang ada di Jakarta. Semua itu bisa di cari dengan cara membrowsing. Indonesia memang kaya akan kesenian dan kebudayaan yang ada di setiap daerahnya, namun dengan perbedaan kesenian dan kebudayaan tiap daerah menjadinya Indonesia beragam dan tidak menjadikan semua itu menjadi suatu masalah atau konflik, namu menjadikan Indonesia itu satu dan saling menghargai perbedaan yang ada. Dan sebagai mahasiswa sudah sepatutnya kita menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Indonesia khususnya kebudayaan Betawi yang ada di Jakarta, jangan sampai kebudayaan ini hilang dimakan oleh jaman karena kemajuan teknologi dan budaya luar yang sudah masuk ke Indonesia.
1.
Kerak Telor2)
2. Nasi
Uduk
Hampir semua masyaraka
Jakarta (sekalipun bukan orang Betawi) mengenal nasi uduk. Nasi uduk sangat
familiar sebagai sarapan di Jakarta. Mirip dengan nasi liwet, nasi uduk yang
terbuat dari beras putih dimasak bumbu-bumbu. Bumbu-bumbu nasi uduk tersebut
seperti garam, santan, daun serai, daun salam, dan daun jeruk. Rasa nasi uduk
sangat lezat dan gurih. Nasi uduk biasa dimakan dengan telur dadar yang diiris,
semur jengkol, ayam goreng, empal, kentang balado, dan sambal kacang.
Nasi ulam merupakan
makanan khas Betawi yang juga mendapat pengaruh dari budaya kuliner Cina. Nasi
ulam biasanya memakai nasi pera yang disiram dengan semur kentang/ semur tahu/
semur telur. Nasi ulam juga ditambah dengan cumi asin goreng, bihun goreng,
telur dadar iris, dan perkedel kentang. Nasi ulam bertambah nikmat dengan
tambahan daun kemangi, sambal, bawang goreng, dan taburan kacang tanah tumbuk.
4.
Ketupat Sayur/ Lontong Sayur3)
Ketupat sayur merupakan
makanan khas Betawi yang biasa dijadikan sebagai menu sarapan. Ketupat sayur
terbuat dari irisan ketupat/ lontong dengan kuah santan yang gurih. Taburan
ketupat sayur berupa bawang goreng, kacang kedelai, dan kerupuk/emping
4.
Ketoprak
Ketoprak terbuat dari
ketupat atau lontong yang berisi bihun, toge, dan tahu. Ketoprak Betawi dengan
rasa yang lezat ini disiram dan diaduk dengan sambal kacang. Ketoprak juga
ditaburi dengan kerupuk. Makanan khas Betawi ini termasuk makanan berat yang
agak ‘ringan’.
Sumber :
- Erwin LT, Erwin A.
2008. Peta 100 Tempat Makan Makanan Khas Betawi di Jakarta,
Bekasi, Depok, dan Tangerang. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
- Khadafi R. 2008. Atlas
Kuliner Nusantara Makanan Spektakuler 33 Provinsi. Jakarta: Bukune.
- Habsari R. 2007. Info
Boga Jakarta. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.













No comments:
Post a Comment